Jumat, 09 September 2016

Kisah 3 Ekor Ikan, Takdir dan Usaha

Satu kisah yg saya terjemah dari buku Kalilah wa dimnah, satu buku yg sangat populer di kalangan org mesir "kisah 3 ekor ikan, takdir dan usaha”

Kisah 3 ekor ikan, satu pintar, yg satunya lebih pintar dan ikan yg ketiga lebih bodoh.

Ketiga ikan hidup di sebuah anak sungai yg kecil, suatu hari mereka mendengar percakapan dua pencari ikan yg bermaksud menangkap ikan2 yg ada di anak sungai tsb.


Ikan yg PALING pintar segera pindah sungai induk dan mencari daerah aman. ya memang spt itulah... hidup ini memerlukan solusi yg tepat dan cepat. Kalau berlalai2 dalam mencari solusi maka kadang bisa merugikan diri sendiri. 

Ikan yg PINTAR dan yg BODOH santai2 sajah hingga penangkap ikan tadi benar2 kembali dan membawa jaringnya. 

Ikan yg pintar, dia baru tersadar akan bahaya yg menghadangnya dan segera berlari ke hulu supaya bisa masuk ke sungai induk tapi sayangnya jalan itu telah ditutup duluan oleh Penangkap ikan tadi, sang ikan menyesal dan berkata " inilah akibat kelalaianku mengulur2 waktu dan keterlambatanku mencari jalan keluar ". 

Ikan yg pintar walaupun sdg kacau namun dia tdk berputus asa dlm mencari solusi utk selamat, dia pura2 mati dan naik mengapung kepermukaan air dan membolak balikkan tubuhnya, sekali punggungnya yg ke atas, sekali badannya yg ke atas dan memang benar, si penangkap ikan mengambilnya dan meletakkannya keluar, tepat antara anak sungai dan sungai induk, dia mungkin berpikir ikan ini mati karena keracunan atau ada bagian dalamnya yg sdh rusak atau membusuk, atau mungkin juga sipenangkap ikan adl pengikut hanafi yg tdk memakan ikan yg mati. 

Tapi yg jelas tatkala diletakkan disana, sang ikan segera melenting dan masuk ke sungai induk dan berhasil menyelamatkan diri. 

Spt itulah seharusnya org yg berilmu, dia tdk boleh putus asa thd keadaan apa yg sdg dihadapinya. Dan spt itu jugalah ilmu, dia merupakan sebuah nikmat yg patut di syukuri dg sebaik2nya. 

Sekarang  tinggallah ttg nasib ikan yg bodoh, yg tidak tahu apa yg harus dilakukannya, hanya berputar ilir mudik saja, mengulur2 waktu utk sesuatu yg tdk penting sehingga ketika dapat musibah dan terperangkap, dia malah menyalah2kan takdirnya yg tidak baik.
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar